Kabar Baik, Calon Pengantin Bakal Dapat BLT Rp 3,5 Juta

BLT Calon Pengantin – Pemerintah berencana memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui program kartu prakerja khusus bagi calon pengantin. Rencananya, pelaksanaan program ini akan dipercepat agar bisa terlaksana tahun ini.

Sekretaris Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) Y.B Satya Sananugraha mengatakan percepatan implementasi program Kartu Pra Kerja bagi calon pengantin sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya keluarga miskin baru.

Baca Juga  Begini Cara Dapatkan Bantuan Rp 300 Ribu Per Bulan dari BLT Desa

Berdasarkan data jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78%, meningkat 0,56% dari bulan September yang mencapai 24,79 juta jiwa. 138,22 juta orang saat ini bekerja di Indonesia dan 9,77 juta tidak bekerja.

“Kartu prapekerjaan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi calon mempelai yang ingin menikah. Harapannya, mereka memiliki kehidupan ekonomi yang baik setelah menikah agar tidak lahir keluarga baru yang miskin,” ujarnya dalam sambutannya. pernyataan, Jumat (3 April 2021).

Baca Juga  Cara Cek Daftar dan Syarat Penerima BLT UMKM Tahap 3 di Eform BRI

Nantinya pemerintah akan mencari daerah yang akan dijadikan pilot project atau pilot project. Khususnya, daerah dengan tingkat kemiskinan atau pengangguran yang tinggi akibat efek Covid-19 yang belum menerima dukungan pemerintah secara rutin atau tidak teratur.

Selain itu, nantinya juga akan ada integrasi dan sinkronisasi data calon pengantin yang tergolong miskin di Kementerian Sosial, Kementerian Agama dan Data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Baca Juga  Inilah Penyebab Gagalnya Pencairan Insentif Kartu Prakerja

“Kalau perlu misalnya Perpres, permen atau surat edaran bersama sebagai aspek hukum, ini harus disiapkan agar amanat Menko terkait kartu pra-kerja tertulis bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Anggota Dewan Koordinator Bidang Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Remaja Kementerian Koordinator Bidang Koordinasi PMK Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, program pra-perekrutan kartu calon pengantin harus menjadi solusi untuk mencegah lahirnya keluarga miskin baru. Selain itu, program ini dilakukan untuk mengantisipasi agar calon pengantin yang akan menjadi ibu tidak melahirkan generasi pemeran pengganti.

Baca Juga  Cara Mendapatkan Diskon 50% Token Listrik PLN Secara Online

“Kita harus percaya bahwa keadaan ekonomi yang baik dan PAUD terpelihara dengan baik akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, penting juga bagi kita untuk membekali calon pengantin dengan ilmu kesehatan reproduksi, selain pemahaman. Pendidikan Agama dan Agama. Bisnis melalui penyuluhan pranikah, “kata Femmy.

Ia juga mengarahkan kementerian atau instansi terkait untuk melakukan persiapan yang diperlukan guna mempercepat implementasi program Kartu Pra Kerja bagi calon mempelai. Termasuk menggalakkan penerbitan berbagai regulasi yang menjadi payung hukum, serta prosedur teknis dari registrasi kartu prakerja Catin baik online maupun offline.

Baca Juga  Begini Cara Mudah Mencairkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta

“Nanti akan ada cara khusus bagi catin untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Ini harus terus kita persiapkan bersama. Datanya harus valid dan tentunya membutuhkan kerja keras dari kita semua (pemerintah), sehingga ini bisa segera dilaksanakan, ”kata Femmy.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk semester pertama tahun 2021 dengan total kuota 2,7 juta orang. Namun dengan alasan keadilan, 1 Kepala Keluarga (KK) dapat menerima maksimal 2 kartu kerja persiapan.

Baca Juga  Cair Lagi, Inilah Syarat Agar Mendapatkan BLT Subsidi Gaji

Saat ini terdapat dasar hukum pendaftaran kartu pra kerja yang dilakukan secara offline yaitu Perpres 76/2020 dan turunan dari Permenko 11/2020 dan Permenaker 17/2020. Artinya proses registrasi bisa dilakukan tidak hanya secara online, tetapi juga offline.

Sebagai informasi: BLT Prakerja saat ini dibagikan sebesar Rp 3,55 juta dengan rincian Rp 600.000 untuk biaya pelatihan per bulan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta dan Rp1 juta sebagai insentif untuk biaya pelatihan dan Rp150.000 untuk biaya Survei .

Baca Juga  Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 19