Kenapa kita ada di dunia ini?

Kenapa kita ada di dunia ini?

kenapa dunia harus ada?
atau apakah semua ini bukan keharusan? apakah terbentuknya dunia ini adalah sebuah ketidaksengajaan?
apakah dunia ini memiliki awal? jika ada, maka bagaimana awalan itu bisa terjadi?

Jawaban:

kenapa kita ada di dunia ini?

Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk sekedar tidur, bekerja, makan maupun minum melainkan untuk melengkapi bumi ini dan beribadah kepada-Nya. Menurut tafsir Ibnu Qoyyim Al Jauziyah: “bahwa tujuan Allah menciptakan kita manusia serta jin dan makhluk lainnya di bumi ini adalah untuk beribadah kepada-Nya

Baca Juga  Bangsa Indonesia dipersatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, bentuk integrasi yang tercipta adalah

kenapa dunia harus ada?

Alam ciptaan Tuhan dengan segala isinya ini sebenarnya telah mengajari kita. Lihatlah Matahari, dia bersinar menerangi bumi, memberikan energy, menjadi sumber kehidupan bagi benda-benda lain di mayapada ini. Contohlah air, dia memberi manfaat untuk kehidupan mahkluk-makhluk di bumi. Rasakanlah dan perhatikanlah udara, oksigen, tanah, hewan, tumbuhan dan benda-benda lainnya yang diciptakan oleh Allah, adakah dia tak memberi manfaat buat benda lain…? lalu makhluk terkecil seperti bakteri, adakah ada manfaatnya buat yang lain…? Lalu perhatikan pohon yang rindang berbuah lebat, tidakkah dia akan menjadi jauh lebih bermanfaat dan bermatabat jika kerindangannya dapat meneduhkan dan buahnya dapat dinikmati oleh orang banyak. Jika berbuah banyak lalu membusuk dan jatuh, adakah memberikan manfaat bila demikian..?

Baca Juga  Cara memperluas pergaulan adalah

Okelah.. contoh kecil benda yang manusia buatpun tujuannya adalah bermanfaat bagi orang lain. Benda sederhana seperti pulpen yang di produksi pabrik, apa tujuannya…? Tidak lain adalah agar bisa digunakan, bisa bermanfaat buat yang lainnya (manusia). Jadi sesungguhnya apapun yang diciptakan oleh Tuhan bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat yang lain. Lalu apakah kita akan mengklaim hanya sebagai makhluk penikmat, hanya sebagai makhluk yang menerima manfaat. Bukankah bakteri kecil telah mengajarkan kita apa tujuan kita hidup..? Bukankah Nabi Muhammad telah mengatakan secara jelas bahwa “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain”

Baca Juga  Masyarakat multikultural yang terdiri atas berbagai suku dan bangsa mempunyai kecenderungan terhadap konflik karena adanya potensi terhadinya pertentangan dalam hal

Maka sesungguhnya Tuhan memberikan kita hidup, agar dapat bermanfaat bagi sesama ciptaannya.

Alam adalah segala sesuatu yang ada atau yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini, selain Allah beserta Dzat dan sifat-Nya. Alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah alam ghoib dan alam syahadah yang dalam bahasa sehari-hari disebut sebagi alam semesta.

Baca Juga  Sebutkan penghargaan terhadap keanekaragaman atau hererogenitas sosial​

Alam semesta merupakan ciptaan Allah yang diurus dengan kehendak dan perhatian Allah. Allah menciptakan alam semesta ini dengan susunan yang teratur dalam aspek biologi, fisika, kimia, dan geologi beserta semua kaidah sains. Definisi dari alam semesta itu sendiri adalah segala sesuatu yang ada pada diri manusia dan di luar dirinya yang merupakan suatu kesatuan sistem yang unik dan misterius.

Baca Juga  Salah satu syarat terjadinya hubungan sosial ialah adanya komunikasi dengan adanya komunikasi seseorang dapat

Menurut pandangan Al Quran, penciptaan alam semesta dapat dilihat pada surat Al Anbiya ayat 30. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Baca Juga  Segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari disebut dengan nilai

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Baca Juga  Sebab konflik yang ditandai dengan diskriminasi warna kulit dan bentuk fisik merupakan bentuk​

Bumi sebelumnya adalah planet yang mati dan Allah menghidupkannya dengan menurunkan air dari langit. “Dan Allah menurunkan dari langit air dan dengan air itu dihidupkannya bumi sesudah matinya.” (QS`An Nahl ; 65).

Pertanyaannya adalah darimana air ini berasal ? Padahal waktu itu belum ada awan yang bisa menghasilkan hujan, belum ada langit yang bisa menahan uap air. Maka satu-satunya kemungkinan asal air adalah dari Arasynya Allah.

Baca Juga  Aktivitas penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan langsung di lapangan disebut​

“ Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa menghilangkannya.”( QS Al- Mu’minun ; 18 )

“ ……….Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, Maka mengapakah mereka tiada juga beriman“ ( QS. Al-Anbiya ;30 ).

“ …. Maka Kami tumbuhkan dengan air itu berjenis-jenis tumbuhan yang bermacam-macam “ ( QS Tha Ha ; 53)

Baca Juga  Peristiwa pembunuhan yang pertama kali terjadi di dalam kehidupan ini adalah

“ Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air … (QS An Nur ; 45).

Ayat-ayat tersebut makin menjelaskan kepada kita bahwa setelah air diturunkan ke bumi, maka sebelum Allah ciptakan hewan, tentunya yang terlebih dahulu Allah cipakan adalah tumbuh-tumbuhan sebagai cadangan makanan hewan. Kemudian hewan-hewan ada juga yang menjadi cadangan makanan untuk hewan-hewan predator. Semua jenis hewan, baik burung maupun hewan darat, ternyata menurut ilmu pengetahuan memang asal-usulnya dari hewan air.

Baca Juga  Ketentuan-ketentuan yang bersumber pada hati nurani, moral, atau filsafat hidup disebut