Selama ini, pembahasan mengenai halal sering kali dipersempit hanya pada proses sertifikasi. Padahal, ekosistem halal jauh lebih luas daripada sekadar penerbitan label pada kemasan produk.
Ekosistem halal mencakup pendidikan, riset, audit, pengawasan, laboratorium, rantai pasok, logistik, pemasaran, pelatihan SDM, hingga kerja sama antarnegara. Karena itu, pengembangan halal membutuhkan keterlibatan banyak pihak: pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga sertifikasi, komunitas, industri teknologi, dan mitra internasional.
Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hasan memperlihatkan bahwa isu halal telah memasuki ruang akademik global. Dengan masuknya halal ke dalam diskursus pendidikan tinggi, topik ini dapat dikaji secara lebih ilmiah, multidisipliner, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam menyiapkan tenaga ahli halal, peneliti, auditor, analis laboratorium, konsultan industri, serta pengembang sistem digital yang mendukung transparansi proses sertifikasi. Dalam jangka panjang, penguatan pendidikan halal dapat membantu menciptakan standar yang lebih baik dan mempercepat adaptasi industri terhadap kebutuhan pasar internasional.

Posting Komentar