Fatwa MUI Tentang Trading Saham – Bagian 2

Trading Saham dalam Islam

Beberapa kesimpulan tentang trading saham dapat diambil dari karakteristik transaksi yang tidak diperbolehkan dalam fatwa DSN MUI. Berikut adalah beberapa kesimpulan tentang trading saham.

Baca Juga  Aplikasi Trading Saham Online Terbaik dan Terpercaya untuk Pemula

#1 Trading Saham Dikombinasikan dengan Permainan Saham

Trading saham yang dikombinasikan dengan bermain saham. Dengan kata lain, main saham juga disebut judi. Karena termasuk “judi”, jadi hukum trading saham dalam Islam adalah haram .

#2 Trading Saham Mengandung Unsur Spekulasi

Trading saham yang mengandung unsur spekulasi atau untung-untungan. Tentu saja, ini tidak sesuai dengan prinsip dalam Islam.

Baca Juga  Penting! Begini Cara Trading Emas Online yang Aman

#3 Trading Saham Berbeda dengan Investasi Saham

Fokus trading saham adalah pada jual beli saham dalam jangka pendek, sedangkan fokus investasi saham lebih pada jangka panjang.

Dengan demikian bisa disebut juga dengan menabung, tetapi dalam bentuk saham. Jadi menyimpan saham tidak haram.

Kriteria Saham Syariah

Di Indonesia ada 2 jenis saham yaitu saham konvensional dan saham syariah. Jika saham syariah, itu sesuai dengan hukum Islam.

Baca Juga  Fatwa MUI Tentang Trading Gold (Emas)

Secara umum ada 2 hal yang menjadi kriteria utama untuk mengklasifikasikan saham-saham tersebut adalah sesuai hukum syariah.

Awalnya, saham tersebut akan diterbitkan oleh perusahaan berbasis syariah. Kedua, saham-saham tersebut sejak awal dikategorikan sebagai saham syariah.

Namun, bagi perusahaan yang belum masuk dalam kategori Syariah dan ingin masuk kategori Syariah, beberapa persyaratan harus dipenuhi.

Baca Juga  Berikut Inilah Beberapa Cara Trading Emas Agar Untung

Berikut beberapa persyaratannya.

#1 Kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip Syariah

Kegiatan usaha yang dimaksud adalah produksi, penjualan, periklanan, dll.

Jika dinyatakan bahwa perusahaan mengandung unsur perjudian, riba, spekulasi, risiko jual beli, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka perusahaan tersebut tidak dapat dikatakan syariah.

Beberapa contoh bisnis non syariah adalah perbankan konvensional, minuman keras, perjudian dan lain-lain.

Baca Juga  Fatwa MUI Tentang Trading Saham

#2 Metrik keuangan perusahaan harus memenuhi aturan yang telah ditentukan sebelumnya

Jika perusahaan termasuk dalam kategori Syariah, maka harus memenuhi persyaratan metrik keuangan.

Misalnya, rasio utang terhadap aset tidak boleh >45%. Selain itu, rasio pendapatan bunga terhadap pendapatan non halal tidak boleh > 10% dari total pendapatan.

#3 Dimasukkan dalam daftar oleh OJK. sekuritas syariah yang ditentukan

Baca Juga  Review Phemex Platform Trading Cryptocurrency

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) secara berkala menerbitkan DES (Daftar Efek Syariah) dua kali dalam setahun. Biasanya DES ini terbit pada akhir Mei dan November.

DES adalah kumpulan surat berharga atau saham sesuai dengan prinsip syariah yang ditetapkan oleh OJK selaku penerbit DES.

Saham-saham yang terdapat dalam DES adalah perusahaan yang benar-benar telah menyatakan diri sebagai perusahaan Syariah atau yang kegiatan usahanya memenuhi/memenuhi kriteria Syariah.

Baca Juga  Tips Trading Saham untuk Pemula yang Wajib Diketahui

Berinvestasi Saham yang Halal

Jadi kesimpulannya adalah trading saham atau main saham atas dasar spekulasi atau untung-untungan adalah mengandung dengan unsur judi dan itu tidak diperbolehkan dalam Islam.

Tapi Anda tetap bisa berinvestasi saham tanpa takut diharamkan. Ingatlah bahwa berinvestasi di saham bukanlah trading saham.

Jika menabung saham termasuk berinvestasi saham, maka diperbolehkan! Selain itu, Anda juga harus memilih saham yang sesuai dengan hukum Syariah agar sesuai dengan prinsip Islam.

Baca Juga  Review Phemex Platform Trading Cryptocurrency

Berinvestasi di saham syariah juga bisa menguntungkan Anda, tapi tetap halal. Sebelum berinvestasi saham, jangan lupa untuk melakukan analisa terlebih dahulu.