Lowongan Kerja, Pemkot Surabaya Membutuhkan 500 Karyawan

Pemerintah Kota Surabaya menerima bantuan 126 bus baru dari pemerintah pusat. Pemerintah kota berencana merekrut pengemudi dan awak bus baru. “Ada 126 bus pusat yang diserahkan ke Pemprov. Artinya, kami harus menyediakan sopir dan kernet,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat dikonfirmasi di Surabaya.

Berdasarkan perhitungan, jumlah pengemudi dan awak bus yang dibutuhkan untuk setiap armada adalah dua orang.

Selain itu, Pemprov DKI juga berencana menyiapkan dua shift. “Total kami (Pemprov) membutuhkan sekitar 500 orang untuk mengoperasikan bus ini. Ini yang kita persiapkan, ”kata Eri.

Rencananya Pemprov DKI akan merekrut pengemudi dari berbagai pilihan angkutan umum. Semoga kesejahteraan pengemudi juga bisa meningkat.

Tidak hanya menjamin kesejahteraan pengemudi, dengan bertambahnya armada bus Suroboyo, transportasi di Surabaya juga semakin nyaman. Semakin banyak jarak yang ditempuh.

“Untuk rencana jangka panjang, kami mulai mengurangi Angkot. Kedepan tidak ada lagi angkutan umum jalan raya, melainkan bus,” ucapnya.

Angkot digunakan sebagai kendaraan pengumpan yang melayani rute dari desa atau pemukiman ke rute protokol.

“Tapi jangan sampai penghasilan supir berkurang saat menjadi feeder,” kata Eri.

Eri mengatakan, Pemprov DKI akan menyiapkan intervensi untuk memastikan pendapatan pengemudi sesuai dengan standar gaji di Surabaya.

“Kalau menurut UMK harus datang supaya pemerintah harus ikut. Jadi itu yang kita hitung,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menambahkan, pihaknya saat ini sedang mendata jumlah pendapatan yang didapat pengemudi.

Jika ada yang di bawah UMK, Pemprov DKI akan turun tangan.

“Kami sedang memetakan kesejahteraan mereka, khususnya warga Surabaya. Kami juga mengimbau kepada dinas kesehatan agar penumpang mendapat kuota vaksinasi. Kami juga berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memetakan warga Surabaya agar bisa berpenghasilan layak,” kata Irvan.

Rutenya akan semakin lebar dengan tambahan bus. Oleh karena itu diharapkan pelayanan jalur utama dapat dilayani oleh bus yang menggunakan pembayaran tunai. Bersinergi juga dengan angkutan umum hingga sepeda.

“Di jalan utama dilayani backbone atau angkutan utama. Kemudian didukung feeder atau angkutan umum,” ucapnya. “Mereka yang terhimpit direkrut menjadi supir dan pembantu. Jadi tidak ada kehilangan pekerjaan. Bahkan naik karena standar upah naik,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga telah berkoordinasi dengan Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membahas detail menghubungkan angkutan kota dengan kereta api.

“Jadi ada keterkaitan antara Bus Suroboyo, baik dari Pemkot maupun Kementerian, dengan jalur sepeda, angkutan kereta api dan moda transportasi lainnya,” ujarnya.

“Ini termasuk pelabuhan dan bandara. Jadi kami berharap konektivitas antar moda, pejalan kaki dan pesepeda bisa semakin maksimal,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *