Inilah Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet

Jika Anda mencoba melakukan diet keras tetapi tidak menurunkan berat badan. Mungkin ada beberapa hal yang menghambat penurunan berat badan ini.

Mencapai berat badan ideal bukan hanya kebutuhan untuk menjaga penampilan. Tapi itu juga bagus untuk menjaga kesehatan tubuh.

Ada banyak jenis pola makan atau kebiasaan makan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tetapi tidak semua pelaku diet akan langsung berhasil.

Selain mengatur pola makan, asupan dan penyajian makanan, ternyata ada hal lain yang perlu diperhatikan agar diet tersebut efektif. Bobot yang tidak berkurang bisa disebabkan oleh kesalahan asupan.

Baca Juga Inilah Trik Diet ala Olla Ramlan, Sukses Pangkas Bobot Hinga 13 Kg

Berikut 7 alasan mengapa berat badan Anda tidak turun menurut Very Well Fit (16/4):

1. Abaikan Kalori

Bahkan makanan sehat pun tetap mengandung kalori. Memilih makanan bergizi dan selalu mempertimbangkan kandungannya yang seimbang adalah hal terpenting yang harus dilakukan untuk diet yang sukses.

Padahal jika menghitung kalori dalam semangkuk salad, ternyata bisa mencapai 800 kalori. Ingatlah bahwa penurunan berat badan adalah perhitungan antara kalori masuk dan kalori keluar.

2. Tidak Menghitung Bahan Tambahan

Selain bahan utama dalam hidangan makanan. Bahan pelengkap dan hidangan tambahan perlu dihitung kalori dan gizinya.

Misalnya, menambahkan 1 sendok makan saus tomat saja sudah bisa menambah 20 kalori. Jika dibiarkan, tanpa sadar Anda bisa menambahkan 1-2 sendok makan saus tomat atau bahkan mayonaise yang bisa menambah 90 kalori.

3. Pergi Makan di Luar

Masakan rumahan adalah makanan paling sehat dan pilihan terbaik untuk menurunkan berat badan. Saat Anda makan di restoran atau outlet makanan lainnya, sulit bagi Anda untuk mengetahui secara pasti komposisi bahan makanan tersebut.

Baca Juga  Mengagumkan, Inilah 6 Bahan Makanan Indonesia yang Tinggi Zat Besi

Bahkan restoran yang memberikan informasi nutrisi hanyalah perkiraan, bukan jumlah nutrisinya yang sebenarnya. Tentu saja, hal-hal seperti itu akan berdampak serius pada program penurunan berat badan.

4. Konsumsi Makanan Ringan
Masih sering menyediakan jajanan di rumah untuk teman nonton TV? Berarti Anda perlu mempersiapkan diet yang lebih lama lagi.

Label yang dapat ditemukan pada kemasan tidak mencantumkan dengan benar dan tepat kandungan gizinya. Mungkin satu bungkus keripik kentang hanya menyebutkan 150 kalori. Namun, angka tersebut sangat diragukan.

5. Porsi yang Salah

Memperhatikan ukuran porsi makanan Anda adalah hal yang paling sering Anda lakukan saat ingin menurunkan berat badan. Tapi apakah Anda benar-benar memperhatikan porsi yang Anda makan atau Anda hanya menguranginya dengan kira-kira?

Lihat kembali ukuran porsi per porsi pada kemasan makanan yang Anda makan. Misalnya biji-bijian. Kotaknya bisa mengatakan 110 kalori tapi hati-hati berapa banyak takaran per sajinya.

Baca Juga Inilah 10 Menu Rahasia Diet Kenyang ala Dewi Hughes

6. Terjebak Pada Makanan Rendah Kalori
Sekali lagi, jangan sepenuhnya mempercayai informasi pada kemasan makanan. Bahkan dalam kemasan “0 kalori”, sebenarnya masih mengandung kalori.

Deskripsi “0 kalori” dianggap oleh beberapa produsen makanan kurang dari 5 kalori. Jika mereka benar-benar menuliskan 0 kalori, ada kemungkinan Anda akan menemukannya dalam porsi kecil yang tidak masuk akal.

7. Kalori dari minuman

Selain menghitung kalori yang masuk dari makanan. Memperhatikan kalori dalam minuman juga menjadi penting fungsinya agar diet menjadi efektif.

Segelas jus jeruk berukuran sedang tanpa disadari mengandung 165 kalori. Hindari minuman kemasan sebisa mungkin, bahkan yang menyehatkan sekalipun dan cobalah untuk membuat minuman sendiri.

Baca Juga  Hubungan Sholat 5 Waktu dengan Alam dan Kesehatan Tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *